Rabu, 13 Februari 2013

Anak Paling Ajaib Di Dunia

10 Penyakit Mental Di Dunia


Nasehat Konglomerat

Perusahaan besar seperti Apple, Google atau Microsoft tidak akan meraksasa seperti sekarang tanpa jerih payah para pendirinya. Para perintis ini pun tinggal menikmati kekayaan melimpah ruah.

Tentu saja para konglomerat teknologi tersebut mempunyai banyak ilmu untuk dibagikan. Kata-kata mereka pun seringkali sangat inspiratif.


Steve Jobs - Pendiri Apple

http://www.didunia.net/
Mengingat bahwa aku akan segera mati adalah alat paling penting yang pernah kutemui untuk membantuku membuat pilihan besar dalam hidup. Karena hampir semua hal, semua harapan dari orang lain, semua kebanggaan, semua ketakutan malu atau gagal, hal-hal tersebut tidak ada artinya di hadapan kematian.

Mengingat kamu akan mati adalah cara terbaik yang kuketahui untuk menghindari jebakan pikiran bahwa kamu mempunyai sesuatu. Kamu sudah telanjang. Tidak ada alasan untuk tidak mengikuti hatimu.

Waktumu terbatas, jangan sia-siakan untuk menjalani kehidupan orang lain. Jangan terjebak pada dogma, yang adalah hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan opini orang lain menenggelamkan suara di dalam kamu. Yang paling penting, beranilah mengikuti hati dan intuisimu yang entah bagaimana sudah tahu sesungguhnya kamu ingin menjadi apa. Stay hungry. Stay foolish.


Jeff Bezos - CEO Amazon

http://www.didunia.net/

Mereka yang sukses berfokus pada apa yang mereka cintai. Pada masa perebutan ladang emas internet di tahun 1999, aku melihat beberapa orang yang tidak punya ketertarikan nyata pada internet, teknologi atau komputer duduk dan mulai mencari kekayaan dari internet. Hal itu sangatlah sulit.

Berbahaya terjun ke arena dan melawan mereka yang punya lebih banyak gairah dibandingkan Anda. Kabar baiknya adalah, jika kita mendengarkan diri sendiri, kita sudah tahu apakahpassion kita. Hati kita adalah pemandunya.

Bill Gates - Pendiri Microsoft

http://www.didunia.net/

Pencapaian terbesar manusia bukanlah dari penemuan mereka, namun bagaimana penemuan tersebut diaplikasikan untuk mengurangi ketidakadilan. Apakah dengan demokrasi, pendidikan publik yang yang kuat, fasilitas kesehatan berkualitas, ataupun kesempatan ekonomi yang luas, mengurangi ketidakadilan adalah pencapaian terbesar umat manusia.

Dalam tahun-tahun Anda, saya berharap Anda punya kesempatan untuk bepikir tentang bagaimana - dalam masa teknologi maju seperti sekarang ini - akhirnya kita bisa mengalahkan ketidakadilan itu dan kita bisa menyelesaikannya.

Larry Page - Pendiri Google

http://www.didunia.net/

Beberapa dari kita cukup beruntung bisa berada di sini dengan keluarga. Beberapa dari kita punya teman-teman kesayangan dan keluarga di mana kita bisa pulang. Dan siapa tahu, beberapa dari kalian, seperti Lucy (istrinya-red) dan aku, sedang bermimpi ingin membangun keluarga sendiri di masa depan. Tolong tetaplah dekat dengan mereka dan ingatlah, mereka adalah yang benar-benar berarti dalam hidup ini.

Eric Schmidt - Chairman Google

http://www.didunia.net/

Tujuan kami di sini adalah untuk membuat Anda terpaku di depan komputer. Namun ketahuilah kapan waktunya untuk berhenti. Tidak mungkin untuk menghabiskan seluruh hidup Anda di depan komputer. Kehidupan adalah orang-orang yang ada di sekitar Anda.

Tool tersebut (komputer) sangatlah powerful. Gunakanlah itu. Kemudian matikan dan berbicaralah dengan manusia.

Cara Menjadi Pintar

Bagaimana Cara Menjadi Orang Pintar ?Belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif. Paling nggak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada sepuluh cara pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif.

Dengan Mengukuti Beberapa Tips 10 Cara Menjadi Orang Pintar di Dunia :

1. Belajar itu memahami bukan sekedar menghapal
Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. Membaca adalah kunci belajar
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. Mencatat pokok-pokok pelajaran
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. Hapalkan kata-kata kunci
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. Pilih waktu belajar yang tepat
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. Bangun suasana belajar yang nyaman
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. Bentuk Kelompok Belajar
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. Latih sendiri kemampuan kita
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. Kembangkan materi yang sudah dipelajari
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan waktu untuk istirahat
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Mimpi Manusia Yang Paling Menggemparkan di Dunia

Ciri-Ciri Pria yang Akan Sukses

Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya tujuan hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, 'Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir.'

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. 'Family man'
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata 'tidak bisa' atau 'malas deh melakukannya'. Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

dan tambahan menurutku ciri pria sukses yang paling penting adalah : BERAGAMA KUAT!

 

Minggu, 06 Januari 2013

Tes Intelegensi dan Bakat

Apa yang kamu ketahui tentang alat tes inteligensi, tes minat dan bakat xD...?
Lets check this one yak!

Tes Inteligensi Binet (Bagi Anak)
Well, sejarah awalnya tuh tahun 1905 oleh Paris Binet yang membuat tes sebanyak 30 soal. Tapi 3 tahun kemudian direvisi olehnya and Simon jadi 59 soal (tanggung banget ya 1 lagi jadi 60 xp ) mereka membaginya dalam kelompok 3-13 tahun dan ini pertama kali ketemu umur mental (celling and basal itu loh J ) Tiga tahun kemudian 1911 di revisi lagi sama mereka berdua, jumlah soalnya nambah tapi tidak tahu berapa dan setiap soal dikasih bobot, 0-2 J
Lima tahun kemudian, 1916 munculah Terman dan Meril dari Stanford University, yang menjadikannya 90 soal! Wooow... Gak puas, tahun 1937 (21 tahun kemudian) mereka menjadikan 2 bentuk yaitu L dan M (aku gak tahu apa ini) Dan 1960 mereka menggabungkan L dan M menjadi Standford-Binet Intelligence Scale Form L-M, catat ya.. 1960! Dan pembaharuannya yaitu “Stanford Binet Intelligences Scale 4th Edition” yang dipakai sampai sekarang J

Tes Inteligensi AD.KU.DAG
*lucu ya namanya* Administrasi KeUangan dan PerDAGangan, tes ini dirancang untuk SMA untuk perekrutan Dept.Keungan dan Perdagangan looh :p Dan banyak looh yang dilihat dari sini, antara lain :
•         Adkudag I
- Kemampuan bahasa
- kemampuan mengambil keputusan
- kemampuan berpikir fleksibel
- ketelitian
- konsentrasi
- daya tahan
- kemampuan menyesuaikan diri

Adkudag II dan III- Kemampuan berhitung
- Konsentrasi
- Ketelitian
- daya tahan
- kemampuan analisa sintesa

Adkudag IV- Memiliki keluasan pengetahuan
- kemampuan analisa
- judgement
- logika berpikir



Tes Bakat
Aku suka banget sama tes-tes bakat itu soalnya membuat kita lebih kenal desain yang udah Allah ciptakan ke kita, dan bisa kita maksimalkan untuk beribadah dan bermanfaat J actually plus, bikin hidup kita makin sehat and bahagia. Ups.. pembukaan terus.. langsung yak
Yang pertama ialah Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) dari namanya aja udah ketahuan yang buat alias penyusun awalnya itu Rothwell 1947 (2 tahun setelah Indonesia merdeka ya!) yang membuat 9 katagori pekerjaan –read : interest blank x) alias untuk mencari tahu interestnya seseorang berdasarkan sikap doi terhadap suatu pekerjaan--  Terus dilanjutkan sama om Miller (1950) yang nambahin jadi 12 katagori.

Kepo gak 12 katagori itu..? Well ini dia!
1.       Itu outdoors – dunia luar deh, gak rutin gak apa-apa, aktivitas banget!
2.       Mechanical – Mekanik sejati, akan teknik kali ya J
3.       Computational – Nah ini mungkin anak Math and ekonomi!
4.       Scientific – Nah ini yang lebih ke laboratorium entah itu kimia, biologi, astronomi, botani etc!
5.       Person Contact – Well, ini tuh yang hobi mempengaruhi orang lain, berhub dengan orang lain deh! For example, manajer, penyiar, tukang jualan!
6.       Aesthetic (Aku disini loh) – Wuih ini kerjaannya anak seni!
7.       Literary (Disini juga loh) :p – FIB masuk sini :p
8.       Musical – Dari namanya jelas ya? Jreng.. jreng.. jreng..
9.       Social Service – Pelayanan kepada masyarakat, kesejahteraan, memahami salah satunya ya Psikolog ini.. and i am also here! Yuhuuu~ tepat deh! hihi
10.   Clerical – Asing nih ditelingaku dan ternyata bertolak belakang denganku! Well, ini menuntut ketelitian, kerapihan, ketepatan! Kerja di bank, tata usaha/arsip kali ya :3 not so me btw hehe
11.   Practical – Ini ituuuh tentang keterampilan, praktek.. sounds likes tukang-tukang apalah :p
12.   Medical – ini juga not so me :p soalnya dokter, pengobatan, penyakit dsb gitu!
Well tes bakat yang lain (yang sadly gak aku praktikkan) yaituuu...
“Kuder Preferences Record Vocational” by ya mr. Kuder :p sekitar tahun 1934-1935 (lebih tua dari RMIB) Dia menerbitkannya bertahap looh.. jadi tahun 1939 Form A (7 minat), 1942 Form B (9 minat), 1948 Form C (dipakai sampai sekarang). Tes mr.Kuder ini gak bikin keder kok soalnya cukup mirip dengan buatan mr. Rothwell.. Yaitu... Outdoor, Mechanical, Computational, Scientific, Literary, Muscila, Social Service, Clerical yang bedanya itu Persuasif dan Artistik J
Skoringnya itu cek verifikasi 38-44, dihitung minatnya tiap katagori itu, nah.. 0-24% itu rendah, 24-74 itu rata-rata dan 75-100 itu tinggi J
Next tes bakat lainnya yaitu tes Kreaplin by Emile Kraeplin untuk mengukur maximum performance seperti ketelitian kerja, kecepatan kerja, keajegan dan ketahanan kerja! Disini siap-siapa aja deh menghitung, senantiasa memfokuskan diri sebab adanya keterbatasan waktu dan deretan angka yang panjaaaang sekali hehe! Ingat jangan curang, jangan asal, ikuti perintah. Soalnya penilaiannya tidak se..... yang kita bayangkan :p
Agak sejenis (hitungan) tapi beda adalah tes PAULI by Richard Pauli, ini tuh penyempurnaan dari Kreaplin. Disini untuk melihat hasil kerja seseorang yang dipengaruhi oleh daya tahan, ketekunan dan ketelitian. Waktunya itu *jangan syok* 60 MENIT! Dengan kurun waktu 3 menit (--,,--) lumayan ya buat ngitung hehe. Ini namanya speed test! Disini bisa dilihat juga kesiap-siagaan, penyesuaian diri, stabilitas emosi, dan daya tahan! *canggih ya :p

Tes E (Mechanical Comprehension)
*aku gak praktek ini :3 * Te sini untuk mengetahui kemampuan dasar teknik yaitu mengenali hubungan dan kesimpulan terhadap situasi yang berbentuk gaya dan daya dalam prinsip fisika mekanika. Waktunya 15 menit, soalnya 20. Well, beruntung deh gak ikut tes ini.. soalnya udah jelas anak psikologi :p
Tes PTP (Pemeriksaan Teknik Pasti)
Masih bau-bau teknik, ini juga untuk mengukur bakat teknik seseorang. Ada 9 tes atau percobaan loh, mau tahu.. ? Yaitu ada balok, papan, hitungan, pengamatan, kubus, bacaan, pengertian, katrol dan kawat!

Tes DAT (Differential Aptitude Test)
Tes ini masih sejenis mengasah otak :3 aih aih.. buatan George K.Bennet (bukan bennedict :p) Harold G Seashore, Alexander G Wesman. Terdiri dari 7 tes (tapi klo di Indonesia katanya bau 5 hehe.
Contohnya ya... Verbal reasoning, Numerical Ability, Abstract Reasoning (Penalaran), Space Relation (Pola), mechanical reasoning (Pengertian Mekanik), Clerical Speed (Cepat-Teliti) dan Languange Usage (Kemampuan Bahasa)

Tes GATB (General Aptutide Tes Battery)
*seriusan, gak ngerti ini apa :p* katanya ini diciptakan oleh Charles E.Odell, ada 12 sub test untuk mengukur kemampuan dasar atau bakat :3

Tes FACT (Flanagan Aptitude Classification Test)
By Flanagan, ada 14 tes, digunakan untuk alat bantu memprediksi keberhasilan kerja dan perencanaan program latihan dalam rangka konseling kerja, atau alat seleksi dan penempatan kerja.